Sore ini seorang owner sebuah pabrik mengatakan kepada saya "Jangan dibikin susahlah! kalo bisa gampang jangan dibikin susahlah!" seraya degan logat khasnya.....
ceritanya pendek...si empunya pabrik ingin produksi barang seperti barang milik pabrik tetangga, ingin jiplak persis tanpa celah seperti barang milik tetangga, lalu dijual murah itu saja.
benar gampang memang, tapi ada satu yg tertinggal yaitu "etika".
Kamis, 30 April 2009
Copypaste
Diposting oleh mutha di 07.15
Jumat, 30 Januari 2009
Al Amin Semunya...!!!
Itulah yang ada di benak saya, setiap kali saya melihat poster2 bergelantungan tak rapi di pohon di pinggiran jalan, poster pasfoto dari caleg2 calon2 pengabdi negara.
Semuanya sama bagi saya semuanya tak jauh beda dengan mental si Al Amin Nasution "pahlawan" DPR RI yang gemar wanita muda panggilan dan penggeruk uang negara.
Semua sama saja setali tiga uang dgn si Al Amin yg membedakan cuma bentuk muka dan umur saja. Mental, misi dan visi meraka tak jauh beda.
sungguh..! setiap kali saya melihat Caleg2 yg bergelantungan di pohon2 itu seketika itu pula wajah Al Amin Nasution terpampang jelas persisi di sebelah kiri Caleg2 itu. Aneh memang imajenasi saya tapi itulah yg sebenarnya.
-Caleg=Al Amin-
Diposting oleh mutha di 00.58
Jumat, 31 Oktober 2008
Tanpa Judul
Kok beritanya akhir2 ini horror semua yaa…ditemukan mayat tanpa kepala, ditemukan mayat tanpa tangan, ditemukan potongan kaki, potongan tangan wes pokoknya potongan-potongan anatomi manusia.
Mbok yaa sekali-kali beritanya tentang penemuan teknologi apa gitu yg ada manfaatnya, jangan berita-berita horror lagi, biar bisa dinikmati orang2 seperti saya yg awam dan buta teknologi ini.
Semoga saja mas2 mahasiswa yg pinter2, dokter2 muda, dan birokrat2 berhati mulia dapat memberikan sumbangsihnya buat bangsa dan Negara ini.....Amin
Diposting oleh mutha di 00.33
Selasa, 28 Oktober 2008
Mulutmu Harimaumu
Satu lagi pengalaman dan penasaran saya terjadi di dalam angkot, setelah digegerkan bau kentut yg tak ramah lingkungan beberapa bulan lalu, kini saya dibikin penasaran lagi oleh teriakan yg berubungan dgn jati diri seseorang.
Pengalaman itu bermula dari si sableng sopir angkot kami waktu itu, mulai dari belok, ngerem, sampai masukin prosneling sangat “menyakinkan” dan belom lagi ditambah manuver-manuver membahayakan lainnya. Singkat cerita kami seluruh penumpang dibikin tegang oleh-nya.
Ternyata benar dugaan kami, pas berada diperempatan padat dikawasan Surabaya Timur hal yg tidak kami inginkan terjadi. Ciiiiiiiiittt..Ciiit…citt si doi ngerem mendadak menghindari becak di depannya, spontan jg seluruh penumpang waktu itu berteriak reflek hampir bersamaan sambil bingung mencari pegangan.
Kemudian dari hasil teriakan masing2 penumpang itulah yg menjadi pokok penasaran saya waktu itu. Betapa tidak waktu itu seluruh penumpang mengeluarkan teriakan yg bermacam-macam mulai dari menyebut nama Tuhan, menyebut nama seisi kebun binatang sampai menyebut nama-nama mahkluk gaip lainnya.
Dapat dipastikan ibu-ibu yg duduk dipojokan sebelah kanan yg dandanan busana tertutup dan tidak menor dgn kombinasi atasan dan bawahan yg sewarna, beliau ini spontan berteriak menyebutkan nama Tuhan dan ditutup dengan bacaan ayat-ayat suci lainnya dan dalam benak saya beliau ini kesehariannya diisi dgn mendekatkan diri kepada-Nya, melaksanakan semua perintah-Nya dan tunduk akan larangan-larangan-Nya. Lain halnya dgn pemuda tanggung yg berkaos putih bergambar grup band metal tahun 70-an ini dengan lantang tapi tidak begitu keras dia menyebutkan nama2 hewan seisi kebun binatang mulai dari hewan melatah sampai hewan tak bertulang belakang. Mungkin…mas-mas ini dalam tebakan saya, sering mengunjungi kebun binatang untuk berintrospeksi dan bercermin diri atas perbuatan dia sehari-hari. Lha…kalo yg satu ini saya tidak berani berspekulatif bapak-bapak berpostur sedang dgn peci di kepalanya ini spontan meneriakkan mahkluk-mahkluk gaib dgn lancar. “Terus terang saya tidak berani berandai-andai dgn beliau, takutnya dia mempunyai teman gaib yg ada disisinya yg dapat membaca pikiran saya…jadi maaf saya tidak ikut-ikut.”
Sedangkan saya sendiri waktu itu berteriak menyebutkan sesuatu yg berhubungan dgn kedaerahan atau tepatnya nilai-nilai tradisi setempat. Jadi kesimpulannya adalah : saya ini orang yg selalu menjujung tinggi norma kedaerahan. “Lha wong saya waktu itu berteriak sumpah serapah lokal khas Surabaya -J**CUK- .”
Diposting oleh mutha di 02.10
Selasa, 21 Oktober 2008
10 Panduan Singkat Membuat Sinetron Indonesia Bagi Pemula
Pertama :
Siapkan Tema dan Cerita Sinetron.
Pergilah kalian mencari film2 bajakan ditempat penjualan dvd bajakan. Cari film2 drama Taiwan, Korea atau Jepang., lalu pelototin semua dvd bajakan tadi semalam suntuk dan sadur semuanya tanpa terkecuali dalam bentuk naskah film. Apabila hal ini masih dirasa berat jgn berkecil hati, kami sudah mengantisipasinya dgn cara menciptakan template tema baku persinetronan Indonesia, kalian hanya cukup memilih template2 yg telah kami sediakan.
Template2 tsb adalah :
Sinetron bertema perselingkuhan orang kaya
Sinetron betema cinta si kaya si miskin
Sinetron bertema orang teraniaya tak terkira
Seinetron bertema mati kualat
Sinetron bertema pocong
Silakan pilih salah satu jgn semua entar kalian bingung sendiri.
Ke dua :
Tentukan Judul Sinetron.
Judul ini tak harus berkaitan dgn isi certia yg penting keren dan bahasanya gaul. Usahakan memberi judul ini singkat padat berisi seperti “Tersanjung”, “Terlempar”, “Terpukul” atau bisa jg menggunakan nama orang sebagai judul sinetron seperti “Azizah”atau “Aisah”, atau “Markisah”’ atau apalah yg penting usahakan memakai nama2 yg popular jangan yg ndeso. Hindari judul sinetron yg berat2 seperti “ Cintaku di Kapal Induk” , “Pacarku Pegulat Sumo” , karena mayoritas penonton sinetron adalah orang2 yg males mikir jadi jgn sekali2 memberi judul yg berat utk dipikir.
Ke tiga :
Siapkan Sound Trek-nya (OST).
Sekali lagi, tema OST sinetron ini tak harus sama antara tema lagu dan tema cerita. Sah-sah saja sinetron pocong2an ber-OST-kan lagunya peter pan, ST12, atau de’massive yg penting lagu tersebut laris di pasaran khusunya dipasaran anak2 ABG dan ibu2 muda. Hal ini berguna untuk nebeng popularitas dari band2 tadi. Lumayankan bisa menang award-award tan sebagai nominasi OST terkeren walaupun ceritanya teraneh.
Ke empat :
Pilih Tokoh Utama.
Hal yg mendasar dalam point ini adalah fisik! Kalo tokoh utamanya perempuan harus cantik, kalo laki2 kudu ganteng. Biar dikata orang kurang pas dgn karakter ceritanya sikat terus , jgn pedulikan kata orang! pokoknya harus ganteng dan harus ayu titik
Kalo bisa carilah artis2 yg sarat penuh konflik dikehidupan aslinya, cari artis2 yg sering muncul di acara gosip karena perkelaihan, gosip perceraian atau perselingkuhan, gosip orang tua yg gak ngakuin anaknya, gosip anak yg gak ngakuin orang tuanya, atau gosip sembarang yg penting gosip itu heboh dan bertahan lama di masyarakat.
Ke lima :
Buat Tragis Konflik Ceritanya.
Buatlah konfilk dan cerita yg tragis teramat sangat, misalnya seorang wanita yg cantik jelita tapi lemah serta cacat fisik(mata buta kaki pincang), hidup sebatang kara, berprofesi hina di dalam kehidupannya yg numpang dan selalu teraniaya, selalu dipukulin, dibanting, dikepruk, disetrika, di sundut rokok, pokoknya kalian harus mengeksploitasi tindakan brutal kekerasan lainnya karena semakin brutal semakin laris sinetronnya.
Jangan kawatir kalian akan dituntut oleh LSM kemanusiaan atau lembaga pemerintah lainnya, karena kami sudah menyiapkan pengacara2 oportunis berlente untuk menjadi tim advokasi kita.
Ke enam :
Siapkan Propertinya.
Property ini berbanding lurus dgn tema cerita sinetron. Misalnya tema perselingkuhan orang kaya atau bertema cinta si kaya dan si miskin, property yg kudu disiapkan adalah rumah mewah bertingkat yg memiliki minimal 2 pilar tinggi besar didepan pintu utama, interior rumah terdapat tangga mewah yg melingkar di ruang tengah, kolam renang dan kamar anak yg seluas lapangan futsal, mobil kudu BMW, Jaguar, Audi atau mobil built up lainnya keluaran th 2005 keatas.
Sedangkan untuk properti yg sering digunakan untuk sinetron bertema pocong2an atau mati kualat adalah kain putih dicipratin tinta merah, borok2kan yg suka menempel di wajah dan kaki, baju koko plus sarung untuk kyai2an, belatung, kelabang, ular dan binatang2 berbisa lainnya sebagai efek kualat, rekaman tape suara srigala melolong, dan seterusnya dan seterusnya.
Ke tujuh :
Sex Nanggung.
Apabila ke enam point diatas sudah dilakukan tapi masih belom mendapat rating yg layak dan belom menjadikan sinetron kita sebagai candu maka dihalalkan menggunakan senjata pamungkas yg paling ampuh yaitu pemberian bumbu sex nanggung disetiap adegannya.
Ingat nanggung jangan yang blak-blakkan, kalo yg blak-blakkan entar kantor kita ditimpukin.
Resep point ke tujuh ini sudah dibuktikan oleh kakak2 senior kalian di era awal tahun 90-an.
Ke delapan :
Cari Produser yg tepat.
Jauhi produser muda yg berbakat dan idealis. Cari produser yg konservatif dan standart. sebenarnya gampang mencari produser yg seperti ini biasanya ciri karakter orangnya adalah money oriented alias mata duitan dan alergi perubahan atau ciri fisiknya adalah orang berpawakan asia selatan.
Ke sembilan :
Say No To Quality.
Mengapa semboyan ini jadi penting? Karena dgn quality proses produksi menjadi lamban, proses instanisasi cerita jadi terhambat, cerita yg berkualitas membutuhkan opservasi dan penelitian dulu serta membutuhkan biaya tinggi, sedangkan bagi kita waktu adalah uang, usahakan berpedoman kuat pada prinsip ekonomi “low budget high impact”
Ke sepuluh :
Say Yes To Quantity.
Seperti yg sudah dilakukan oleh kakak2 senior kalian bahwa membuat sinetron yg berbelit-belit merupakan hal yg tidak tabu. Mengulur-ulur episode demi permintaan pasar sangat wajib hukumnya, walaupun ceritnya berubah 180 derajat dari cerita semula.
Tak heran apabila kakak2 senior kalian diawal episode bercerita cinta ABG dan diakhir episode menjadi horror campur humor, atau diawal episode tokoh utamanya masih kanak2 dan diakhir episode tokoh utamanya sudah menjadi buyut.
Semua itu lumrah saja demi membelit-belitkan episode menjadi panjang.
Selamat Mencoba.
Diposting oleh mutha di 18.31
Jumat, 17 Oktober 2008
Lagu Yang Aneh
Sebelumnya tolong jangan tanya, terlebih-lebih tertawa setelah membaca pernyataan lugu saya ini, karena saya sendiri sampai detik ini jg tak tahu menahu mengapa bisa jadi begini.
Saya paling suka lagu2 dari Ibu Ermi Kulit tanpa terkecuali, kalaupun ada kesempatan bertatap muka saya mau ucapkan terima kasih atas lagu-lagunya.
Mungkin ini jg sih yg membuat penasaran saya tak kunjung padam, rasa suka yg berlebihan dan cenderung menggultuskan lagu2 beliau, akhirnya seperti ini jadinya.
Aneh sungguh aneh setiap kali saya mendengarkan lagu2 Ibu Ermi Kulit secara motorik dan reflek memori otak ini selalu terbanyang di jalan Jendral Sudirman Jakarta. Padahal saya tidak mempunyai memeori khusus thd lagu dan jalan Jendral Sudirman ini, tak pernah terjadi hal apapun antara saya, lagu2 Ibu Ermi Kulit dan jalan Jendral Sudirman, dan seingat saya jg Ibu Ermi Kulit tak pernah menggelar konser tunggalnya di tengah jalan Jendral Sudirman, sumpah saya sampai sekarang masih penasaran dan terus mencari penyebabnya mengapa otak ini selalu ke sana apabila mendengarkan lagu Ibu Ermi Kulit, mengapa teringatnya di situ bukan di Pulo Gandung atau di daerah Kali Deres, sudahlah saya udah angkat tangan, yg penting saya masih menikmati kondisi diatas tadi.
Diposting oleh mutha di 01.54
Rabu, 08 Oktober 2008
3 Sinetron dan 2 Acara Gosip dalam Sehari
Ingin sekali saya bisa menyebutkan dgn lancar nama artis beserta judul senitron plus gosip terkini yg dialami si artis tsb, seperti teman sekantor saya yg selalu tepat dan valid apabila bercerita ttg perjalanan hidup artis2 ibukota.
“ Hai udah tahu blom si itu udah cerai dgn si ini, trus si itu sekarang pacaran ama gitarisnya band ini lho….” Dan diteruskan percakapan seperti ini :
“ Baru lagi nih, katanya si anu udah gugat cerai ama si anu.” Dan dgn spontan pula teman saya yg satunya menyambar “ Oh itu si anu, tahu tuh…itukan dulunya kawin ama si itu, trus cerai lagi dan sekarang ama si itu lagi yaa…”
Duh..pusing deh si anu, si itu, si ini siapa sih mereka? Penasaran dgn semuanya saya beranikan diri untuk bertanya ke teman saya “ Si ini, si itu, si anu siapa sih mereka?
“ Si ini itu adalah pemain sinetron berjudul bla..bla…yg itu lho cerintanya si anak ini bla..bla..bla trus hidup bahagia dgn bla..bla..bla….” di rasa masih belom membantu teman saya satunya lagi berusaha menjelaskan secara spesifik “ Alah itu lho Tok, yang pernah main film bla..bla…trus pernah pacaran ama si bla..bla..bla…” Udah saya menyerah makin pusing dan makin absurd gosipnya, dari pada memperparah kondisi, langsung saja saya tutup “ Oh alah si itu tho…tahu saya..eemmm iya..iya baru ingat saya…” langsung ngeloyor pergi dan tak kembali lagi ke pantry itu.
Atas petunjuk seorang teman kalo saya ingin bisa seperti mereka hafal dan lancar dalam menyebutkan nama artis plus gosip serta judul sinetronnya, saya disarankan untuk menyempatkan diri beberapa jam di depan televisi untuk melihat semua sinetron dan acara gosip minimal 3 sinetron dan 2 acara gosip dalam sehari
Apa…!!!! Melihat 3 sinetron yg berbeda dalam sehari…. sungguh saya tidak sanggup dgn syarat itu, jangankan melihat 3 sinetron, melihat 1 sinetron selama 1 menit pun saya udah gak betah entah mengapa saya jg tidak tahu…jangankan 2 acara gosip untuk 1 acara gosip pun saya tak paham maksudnya…sudahlah tak apa, untuk kasus ini mendingan pengetahuan saya saja yg terbelakang dari pada saya harus menongkrongin sinetron sampai 3 judul.
Anjis! 3 sinetron dan 2 acara gosip minimal sehari…mendingan saya memilih lari 10 kilo bawa beban dari pada nonton 3 sinetron dan 2 acara gosip.
Nyerah deh lebih baik saya tidak hafal mereka dan gosip mereka kalo memang seperti itu syaratnya.
SETAN !…saya gak habis pikir ngapain jg nonton sampe 3 sinetron dan 2 acara gosip dalam sehari !
Sumpah! saya gak sudi!
Diposting oleh mutha di 22.01
Selasa, 07 Oktober 2008
Maaf
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga kita disadarkan atas kesalahan dan kebodohan kita semua...Amin
Diposting oleh mutha di 22.14
Selasa, 16 September 2008
Hak Orang Miskin
“Kami ini orang miskin, Pak!”
“Kami ini orang kecil, Pak!”
“Kami ini orang bodoh, Pak!”
“Kami ini orang susah, Pak!”
“Kami ini wong cilik, Pak!”
“Jadi….”
…Berhak menjual daging dari sampah?
…Berhak mengelonggong sapi dan ayam?
…Berhak menjual makanan berformalin ?
…Berhak memberi pewarna textil ke makanan?
…Berhak membangun lapak2 liar dibantaran kali dan trotoar?
Para birokrat brengsek merusak sendi kehidupan dari atas, rakyat jelatah kurang ajar merusak kehidupan dari bawah. Lengkap sudah, gak yg berkuasa gak yang jelatah sama-sama brengseknya.
Diposting oleh mutha di 21.30
Senin, 15 September 2008
Marketing yg Kelewatan
Saya tak tahu maksudnya dari strategi marketing di sebuah SPBU di perbatasan Sidoarjo-Surabaya ini.
Entah teori marketing siapa yg dipakai sehingga begitu-gitu amat menerapkannya. Logika saja seorang yg masuk ke SPBU adalah orang2 yg bahan bakar kendaraannya sudah menipis, yg indicatornya menunjukkan ke arah merah, barulah seseorang dgn sendirinya akan mampir ke SPBU terdekat tanpa disuruh.
Tapi lain halnya dgn ini sebuah SPBU menaruh salah satu karyawan wanitnya (dan kenapa wanita?) untuk berdiri di depan gerbang masuk SPBU tsb dgn membawa alat penunjuk serta melambai-lambaikan tangannya ke arah pintu masuk SPBU kepada setiap pengendara bermotor yg lewat.
“Untuk apa??? Sekarang itu pertanyaan saya.”…”untuk apa?” tak usah dipancing dgn seorang wanita cantik pun, apabila bensin kendaraan udah tipis pasti pengendara tsb masuk dgn sendirinya. “Apakah mungkin apabila tangki bensin sudah penuh lalu melihat wanita cantik itu langsung masuk ke SBPU tsb dan mengisi bensi lagi?”. “Saya kira tidak.”
Mubazir, kasihan jg dgn mbak2 yg seharian berdiri dgn mengenakan kaca mata hitam, topi dan payung itu…sudahlah hentikan stategi marketing yg tak bemanfaat ini, karena sungguh tak tepat sasaran. Kalo memang ingin banyak pelanggan bukan seperti itu caranya, buatlah pelanggan anda puas dgn ukuran (tera) di SPBU anda tepat tak kurang sedikit pun, didik pegawai anda untuk ramah ke setiap konsumen dan tidak melakukan praktik curang lainnya dijamin SPBU anda akan dijadikan langganan oleh orang yg setiap hari melewati jalan tsb.
Diposting oleh mutha di 23.33
Kamis, 11 September 2008
Taman Di Surabaya
Saya ucapkan terima kasih spesial buat bapak-bapak atau ibu-ibu Dinas Pertamana Kota Surabaya, anda semua telah membuat suasana kota menjadi lebih Asri, sejuk dan teduh…sungguh suasana yang diidam-idamkan bagi semua penduduk Surabaya mengingat Suarabaya terkenal dgn panasnya.
Saya dan sekeluarga penikmat dan pengguna taman yg telah anda sediakan sebagai sarana rekreasi sederhana, saya tidak akan memjadikan kerja keras kalian sia-sia..jujur saja, saya sangat bersukur atas ide mentamankan kota Surabaya. Tak peduli banyaknya mal bertebaran di pusat kota, saya lebih memilih taman kota untuk menghibur anak saya.
Saya Ridho dan Iklas selama saya bekerja sekian rupiah uang gaji saya dipotong pajak. Saya Ridho dan Iklas kalo uang pajak saya digunakan untuk mempercantik dan memperbanyak taman kota, saya tidak akan mengiklaskan uang pajak saya barang sesen pun apabila digunakan untuk studi banding, survey, plesir dinas atau apalah namanya ke luar negeri.
Sekali lagi terima kasih banyak untuk Staff Dinas Pertamanan Kota Surabaya dan pihak-pihak yang terkait sehingga menjadikan Surabaya lautan taman yang hijau.
Maju terus, hijaukan terus, karena saya pribadi sebagai warga Surabaya sangat mendukung program ini.
Diposting oleh mutha di 02.05
Jumat, 05 September 2008
Legenda Surabaya Kota Terpanas
“Heran sampe detik ini saya masih tidak tahu pasti mengapa Surabaya panasnya begitu brutal?, mengapa Surabaya mendapatkan giliran terakhir dilewati hujan?”, setidaknya harus ada penjelasan yang tidak logis untuk hal ini. Kalo pejelasan logisnya seperti diketahui bersama karena letak geografis Kota Surabaya memang daerah pesisir yg rendah.
Seingat saya waktu saya kecil tak seorang pun yang mendongengkan ke saya tentang legenda asal-usul Surabaya mengapa Surabaya di kutuk sepanjang masa dengan terik panas mataharinya…seperti halnya legenda asal-usul Takuban Perahu, legenda Malin Kundang, atau legenda-legenda lain tetang asal-usul suatu daerah. Mungkinkah nenek moyang kita yg di Surabaya lupa menyiarkan ke anak cucunya tentang legenda itu.
“Ok begini saja…saya jadi curiga mengapa Surabaya menjadi kota terpanas.”
Mungkin jaman dulu sebelum tragedy Sura dan Baya berkelahi terjadi, hiduplah seorang raja yg tidak popular yang membuang salah satu putrinya karena kulitnya hitam legam berbeda dgn kulit kakak-kakaknya putih dan halus.
Atas pertimbangan menjaga nama baik keluarga kerajaan akhirnya putri bungsu itu dibuang di suatu daerah yg tidak diketahui sampai sekarang. Di tempat pembuangannya tsb si putri berdoa tiap hari agar dapat berkumpul kembali dgn keluarganya tanpa dibeda-bedakan. Karena si putri berdoa setiap hari maka didengarlah doa tsb oleh penguasa alam dan dikutuklah daerah dimana raja dan kakak-kakaknya tinggal (sekarang Surabaya) menjadi kota yang paling terik. Karena daerah tsb menjadi panas maka kulit kakak-kakaknya yg dulunya putih bersih kini berubah menjadi hitam legam sama seperti kulit putri si bungsu. Kemudian raja yg tidak popular tadi mencari putri bungsunya untuk hidup bersama kembali karena kulit anak-anaknya sekarang sudah tidak ada perbedaan.
Mungkin cerita inilah yang akan saya ceritakan ke anak cucu saya kelak kalo mereka meminta saya bercerita legenda asal usul Surabaya mengapa Surabaya panasnya luar biasa.
Diposting oleh mutha di 05.44
Rabu, 03 September 2008
Hormatilah Orang Yang Berpuasa
Dengan niat puasa yg saya ucapkan berarti saya sudah menandatangani “kontrak” puasa satu hari itu apapun yg terjadi di luar
Intinya saya jg menghormati orang yg tidak berpuasa, silakan kalian makan dimana saja karena saya sebagai individu yg sedang berpuasa sama sekali tidak terganggu, karena saya sadari makan merupakan aktivitas rutin sehari-hari, bagi mereka yg berhalangan atau yg tidak diwajibkan berpuasa.
Diposting oleh mutha di 06.23
Rabu, 13 Agustus 2008
Anjing…Antri Jing!
Pagi ini cerah, udara segar sehat untuk kesehatan jasmani rohani, tapi sayang semuanya dirusak oleh dua sosok perempuan yg tidak tahu diri, perempuan kurang ajar dan jauh dari bermartabat yg kami temui di stasiun Gubeng.
Pagi ini saya mengantarkan seorang teman untuk membeli tiket pulang ke Bandung, sengaja kami berdua datang lebih awal 30 menit sebelum loket dibuka, supaya terhindar dari antrian panjang dan pengalaman kehabisan tiket seperti kemarin. Perhitungan kami berdua tepat, kami datang di loket pembelian tiket langsung tanpa antrian panjang. 1/2 jam teman saya berdiri menunggu loket buka dan tak terasa antrian makin panjang menjelang siang, tepat pukul 06.00 loket dibuka dan posisi teman saya berada di uruatan kurang lebih 10-12 orang dari urutan awal antrian dan persisi dibelakang teman saya turut juga antri dgn tertib 3 ibu-ibu manula. Semua berjalan wajar sampai ketika giliran antrian teman saya untuk dilayani datanglah dua sosok perempuan brengsek, -saya tidak akan menyesal menyebutkan ini, karena mereka berdua layak disebut ini- tepatnya, dua anjing betina langsung datang dari samping tanpa harus antri, nyelonong melewati teman saya yg sudah datang 30 menit sebelumnya, melewati ibu-ibu manula yg sesekali memijat kakinya karena kecapaian, melewati ibu2 yg menggendong bayi beserta bawaan kardusnya, melewati bapak2 yg sedang membaca Koran dan melewati orang2 dibelakangnya dengan tanpa dosa.
Teman saya sudah menegur atas tindakan yg dianggapnya wajar ini, tapi dasar perempuan ini tak punya muka, tak punya moral persis seorang politisi yg tertangkap basah saat berbuat busuk tapi tetap menyangkal.
"Goblok kamu!" Bentak teman saya , seketika itu juga si anjing betina itu berbalik badan nyelonong pergi membelakangin antrian panjang kami dengan membawa 2 lebar tiket haram.
Satu lagi tindakan bodoh yg diperagakan anjing2 betina tadi memperburuk kondisi berkehidupan bangsa ini, bisa dibayangkan dari 200 sekian juta total penduduk Indonesia dan 1/2-nya berprilaku sama dgn si anjing brengsek tadi…apa jadinya? Wajarlah kita selalu menjadi Negara ke-tiga terus.
Nitip nasehat buat si anjing2 betina bodoh tadi yg naik kereta Sancaka jurusan terakhir Yogyakarta, hati-hati di jalan terutama di perempatan lampu merah dan lintasan kereta api mengingat kalian mempunyai kebiasaan hidup berbahaya, main serobot tak berdisiplin.
Diposting oleh mutha di 03.27
Rabu, 06 Agustus 2008
Buat Saya Menyesal
Buat saya menyesal seumur hidup, buat saya membentur-benturkan kepala di tembok karena menyesal tidak memilih anda semua di Pilkada dan pemilu lainnya, buat saya jadi sadar bawasannya saya memilih putih itu salah, bahwa putih itu tak terhormat.
Tapi apa?…sampe sekarang putih masih relevan, sampe detik ini anda2 belom bisa membuktikan kalo putih itu hina.
Saya ini hanya meminta tidak menuntut, anda mau buktikan atau tidak terserah anda, karena saya tidak pernah berharap sedikitpun kepada anda semua. Biarkanlah saya memilih putih karena saya hanya bisa mengelus dada saat anda berbuat busuk.
Sebenarnya kita sama-sama golongan putih, kita sama-sama abstain, hanya saja saya abstain untuk bersuara sedangkan anda abstain untuk berbuat kebajikan.
Diposting oleh mutha di 22.23
Selasa, 05 Agustus 2008
Teman-Teman Saya
Ada Si Deni yang idealis, setia kawan dan sedikit membingungkan, terobsesi oleh band2 British, saya suka diolok-olok olehnya terutama bila saya salah kata.
Ada Si baik Anwar yang suka menolong dan peminum tapi cukup cerdas diantara kami, dia tipe pengayom dan pengorganisir yg handal.
Ada Si Ardi yang lembut dan suka mengalah, pemuja komik Jepang dan cewek2 VJ MTV.
Ada si Nik pengumpul gambar dan film dewasa, suka menggambar darah, tulang dan Conan, cinta mati dgn tokoh2 berbadan gempal dan ibu2 paruh baya yang berbadan sexy, gemar angkat barbel dan membaca majalah binaraga.
Ada si Anang yang hafal luar biasa dengan nama dan jenis peralatan tempur TNI, suka cerita konspirasi dunia, CIA, FBI, dan kehebatan Mafia Italy dan Rusia, selalu berusaha mencari pacar yg berdarah WNI keturunan.
Ada Si Allen pendiam tapi cukup disegani, anak jendral yg sederhana, yg suka berlangganan majalah Popular, jago main bola sebagai pemain belakang.
Ada Si Jek baik tapi sedikit pelit, menyenagkan kadang juga menjengkelkan, pengoleksi film Tom and Jery, selalu memakai Parma kalo main PS, selalu mengalihkan topik pembicaraan bila kita membicarakan adik kandungnya.
Senang bisa bertemu dan berteman sekian tahun bersama kalian, baik buruknya kalian menjadi inspirasi.
Sekali lagi….kalian merupakan teman-teman yg menyenangkan.
Mutathohirin
=teman kalian=
Diposting oleh mutha di 21.45
Selasa, 29 Juli 2008
Mbak Evitamala
Siang itu di ruang tunggu keberangkatan 2B jurusan Surabaya, kami sekeluarga mau pulang kampung sehabis menggunjungi famili di Jakarta. Seperti biasa pula saya menjaga si Muthia (15 bulan) yg sedang lari2 kecil di ujung ruang tunggu. Tak berapa lama pula seorang perempuan berjilbab biru mendekati lalu bercanda dgn Muthia, “ Ihhh rambutnya bagus sekaliiii…panjang yaa…” lalu si ibu ibu berjilbab tadi bertanya ke saya “ Umur berapa Pak?” Saya menjawab “ 15 bulan Bu.” Lalu ibu2 berjilbab itu sambil jongkok bertanya ke Muthia “ Namanya siapa? “ dan saya menjawab dgn suara saya kecilkan seperti anak kecil “ Muthia Tante.” Dan ibu2 berjilbab itu menjawab “ aduh bagusnya namanya.”.”Mau kemana Muthia?” tanya ibu ibu berjilbab tadi, “Ke Surabaya Tante.” Sambil saya memegang tangan Muthia. Lalu dari belakang seseorang melambaikan tangan, sebagai isyarat memanggil ibu2 berjilbab tadi. Spontan pula ibu2 berjilbab itu pamitan ke Muthia “ Muthia dhada..dhada…mari Pak.” Dan saya menjawab “ Iya silakan Bu.”
Setelah Muthia puas bermain di pojokan maka kami berdua menghampiri istri saya yg sedang duduk dan menjaga barang bawaan kami di deretan bangku di ruang tunggu.
“Mas, tahu gak yg bicara sama Muthia tadi siapa?” saya jawab “Gak tahu saya gak kenal, kenapa adik kenal?”. “Itukan Evitamala, penyayi dangdut itu lho.” Timpal istri saya. “ Alah iya tha…saya benar2 gak tahu.” Sambil saya mengerutkan dahi…
Berhubung Mbak Evitamala masih berada di ruang tunggu yg sama maka saya berusaha curi2 pandang untuk memastikan apakah benar ibu2 berjilbab itu benar2 Evitamala. Walaupun saya sendiri tak tahu yang mana dan seperti apa Mbak Evitamala itu saya masih tetap saja curi2 pandang ke arah Mbak Evitamala yg seperti di katakan istri saya tadi. Ya sudahlah anggap saja itu tadi Evitamala, dan saya percaya dgn istri saya bahwa tadi yg menyapa Muthia dan saya adalah Evitamala.
Diposting oleh mutha di 00.52
Senin, 21 Juli 2008
Besok Saya Absen
Besok pemilihan gubernur Jawa Timur...Saya kabur ke luar kota...saya tidak percaya kalian semua...saya tidak tahu siapa anda, bagaimana anda dan moral anda...saya tidak peduli apa agama anda..saya tidak peduli ideologi partai anda...karena bagi saya PUTIH JUGA PILIHAN.
Diposting oleh mutha di 20.27
Minggu, 20 Juli 2008
Surat Buat Tukang Potong Rambut Dekat Rumahku
Dear tukang potong rambut dekat rumahku,
Maaf Pak sebelumnya, tempo hari saya meninggalkan tempat potong rambut bapak tanpa pamit saat saya menunggu giliran. Surat ini mungkin bisa menjelaskan uneg-uneg saya buat bapak. Terus terang ya Pak, saya kemarin kabur tanpa pamit setelah saya melihat pose foto bapak yg dipajang di depan di atas kaca itu. Untuk urusan rambut terus-terang saya tidak berani coba-coba walaupun hanya dipotong rata 1 cm, untuk urusan yg satu ini saya harus selektip. Lewat surat ini saya mau sampaikan ke bapak tentang alasan mengapa saya meninggalkan tempat potong rambut bapak waktu itu.
BenarPak, semua ini memang ada kaitannya dgn foto bapak yg 10R itu.
“Jadi begini Pak pendapat saya thd foto bapak itu.”
Pertama dari segi pose : Koreografi yg bapak ciptakan di foto itu sangat bertentangan dgn ilmu koreografi pada umumnya, biasanya koreografi seseorang berpose seharusnya luwes, menarik, dan enak untuk dilihat. Tetapi pose foto bapak?…maaf, tak ada satupun kreteria-kreteria itu. Dari foto bapak itu, saya tidak bisa mendifinisikan apakah bapak sedang duduk, berdiri atau jongkok. Ditambah lagi bapak memegang rokok yg masih menyala dan hampir menjadi puntung, pas di depan muka bapak pula.
“Kenapa sih Pak, rokonya gak dibuang saja!”
Kedua dari segi fashion : faktor inilah yg sepertinya memperparah kondisi foto bapak. Sebenarnya bukan dari setelan bapak yg bikin parah tapi itu lho Pak…”Ngapain sih pake syal bulu-bulu ayam warna hitam seperti punya Tata Dado!” “Trus itu-tu topi yg bapak pake, Mbok ya kalo pake topi buat foto, topi yg bagus, bukan topi gratisan dari promosi prodak sabun diterjen.”
Tapi yg saya gak habis pikir mengapa bapak kok PD banget menaruh foto itu di depan, apakah gak takut dampak pisikologis yg ditimbulkan. Contohnya seperti saya waktu itu. “Sumpah Pak! saya masih teriyang-iyang mengapa bapak foto seperti itu.”
Ok sekian dulu Pak ya uneg-uneg dari saya, semoga bapak cepat atau lambat sadar akan keberadaan foto tsb dan mengganti secepatnya dgn yg layak pajang.
TTD
Seseorang yg pergi tanpa pamit tempo hari
Surat ini masih tersimpan rapi di laci saya karena saya tidak berani mengirimkan ke yg bersangkutan, “Takut euy terjadi apa-apa, takut entar bapaknya menjadi krisis kepercayaan diri, putus asa trus bunuh diri.” Biarlah, mudah2an ada seseorang yg dekat dengan-nya yg mengingatkan dan secepatnya foto itu diganti.
Diposting oleh mutha di 21.46
Rabu, 16 Juli 2008
Matematis
Inilah alasan matematis saya yg sederhana mengapa saya tidak berani ugal-ugalan di jalan.
Sehari saya menempuh jarak 38 Km dgn waktu 1 jam pergi-pulang dari rumah ke kantor.
Sebulan saya masuk kerja taruh saja 22 hari. Jadi waktu saya berada dijalanan selama saya masuk kerja dalam sebulan adalah 22 jam.
1 jam dijalanan setiap harinya inilah yg membuat saya berfikir logis mengapa saya tidak berani ugal-ugalan ala preman jalanan, Ingat! sepandai-pandainya tupai meloncat akhirnya jatuh juga.
Seumpama saya nekad berugal-ugalan ria di jalanan dgn kecepatan di luar kewajaran dan selamat sampai tujuan pada hari itu, bagaimana dgn esok, lusa, minggu depan, bulan depan atau tahun depan? Apakah masih tetap selamat? Memang, keselamatan, panjang umur dan takdir semua ada yg mengatur, tapi setidaknya kita juga bisa berusaha untuk prefentip sejak dini thd hal2 yg dianggap beresiko.
Orang yg berkendaraan dgn tertib saja masih beresiko kecelakaan apalagi yg ugal-ugalan, jadi yg saya maksud disini adalah memperkecil peluang kecelakaan, selama kita pengguna jalan, resiko kecelakaan tidak bisa dihilangkan cuma kita bisa meminimalisir saja.
Biar! saya dikatakan penakut, biarlah saya selalu didahului oleh ibu-ibu PNS berjilbab itu, biarlah saya didahului oleh motor bebek tahun 90-an, yg penting saya bisa pulang bertemu dgn keluarga tersayang serta yg penting lagi adalah, supaya besok dan seterusnya saya bisa melewati jalan itu lagi.
Diposting oleh mutha di 18.48
